Skripsi faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA

Bila jumlah glukosa dalam darah terlalu banyak dan tidak segera dibutuhkan untuk membentuk energi, maka ia dapat diubah dan kemudian disimpan dengan dua cara, yaitu sebagai tepung dalam hati dan sebagai lemak. Malnutrisi adalah suatu kelainan yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan secara relatif atau absolut.

Unnes Journal of Public Health ;1 2. Perilaku tampak pada kegiatan keluarga yang mempunyai tiga unsur utama yang mempengaruhi nya. Tiap 19 menit ada satu orang di dunia yang terkena stroke akibat komplikasi diabetes. Namun, masalah obesitas sesungguhnya bukan terletak pada pola santap yang berlebihan, melainkan pada kesalahan memilih jenis santapan.

Siswa yang mempunyai asupan berlebih mempunyai kemungkinan untuk obesitas 6,9 kali lebih tinggi daripada siswa dengan asupan energi baik 10 Asupan protein Asupan protein yang lebih pada kelompok nonobesitas ditemukan lebih tinggi dibandingkan kelompok obesitas.

Insulin dihasilkan oleh sekelompok sel pada pancreas yang dinamakan pulau-pulau Langerhans. Rasa kepercayaan diri tergantung pada interaksi sosial seseorang. Pola makan dan kebiasan makan pada subjek penelitian cenderung ke arah makanan yang berlemak, berminyak serta mengandung banyak pati dan gula sehingga hal tersebut akan menyebabkan asupan serat menjadi rendah.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa laki-laki secara bermakna lebih berkemungkinan untuk menjadi overweight atau obesitas daripada wanita karena laki-laki cenderung untuk menghabiskan lebih banyak waktu untuk santai saat akhir minggu atau waktu senggang 6.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja disebabkan rasa malu karena merasa dirinya gemuk sehingga menutupi informasi tentang makanan yang dikonsumsi 8. Pengaruh pola makan barat tinggi kalori dan rendah serat, serta peningkatan teknologi merubah gaya hidup yang tanpa butuh banyak aktivitas tubuh yang mungkin menjadi penyebab masalah gizi lebih.

Pola konsumsi yang diterapkan remaja sekarang ini adalah makanan yang tinggi energi namun sedikit mengandung serat Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Kesibukan menyebabkan mereka memilih makan di luar atau menyantap kudapan jajanan.

Biofisik Metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi khususnya jaringan dan melihat perubahan struktur dari jaringan. Sehingga peraturan diitnya harus dipertimbangkan bahwa anak masih dalam masa pertumbuhan pada usia anak tersebut. Hal ini karena fast food merupakan jenis makanan cepat saji yang mengandung tinggi energi, banyak mengandung gula, tinggi lemak, dan rendah serat Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan.

Jenis kelamin anak, pendidikan ibu, dan motivasi dari guru serta hubungannya dengan preferensi makanan anak sekolah pada anak prasekolah di TK Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sedang Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB menetapkan umur 15 — 24 tahun sebagai usia pemuda youth dalam rangka keputusan mereka untuk menetapkan tahun sebagai Tahun Pemuda Internasional.

Gula memiliki sifat menarik air sehingga menyebabkan seseorang banyak mengeluarkan urine dan selalu merasa haus. Umumnya digunakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja endemic.

SKRIPSI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS

Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Siswa SMP di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, mengungkapkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan yang tinggi mempunyai kemungkinan untuk menjadi obesitas 1,7 kali lebih besar.

Hal ini disebabkan asupan lemak dan karbohidrat tidak cukup sehingga memecah protein. Prosiding; 12 April ; Jakarta. Nitrogen dikeluarkan dari tubuh dan sisa-sisa ikatan karbon akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh. Secara normal, glukosa masuk ke dalam sel-sel dan kelebihannya dibersihkan dari darah dalam waktu dua jam.

All rights reserved. Unnes Journal of Public Health ;1 2. Melalui interaksi ini individu akan mendapatkan umpan balik dalam aktivitas yang dilakukannya, dengan memilki harga diri yang tinggi, seseorang akan dapat mengaktualisasikan potensi dirinya.

Alasanalasan tersebut juga sering dikemukakan oleh beberapa subjek pada kelompok obesitas yang asupan seratnya kurang. Gibson RS. J Am Diet Assoc ; 5: Kebiasaan tersebut adalah: Data analysis using chi-square test and logistic regression.

Available from: Karena itu, jumlah glukosa pada tubuh sebaiknnya sejak dini harus selalu dikontrol dengan cermat.

Memakan obat resep dokter d. Gizi seimbang dalam daur kehidupan.hidayahnya, sehingga skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Ibu Postpartum (Studi kasus di Cakupan Wilayah Kerja Puskesmas Subah Kabupaten Batang)” dapat terselesaikan dengan baik.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan energi merupakan faktor risiko kejadian obesitas pada remaja sejalan dengan hasil penelitian yang menemukan asupan energi berlebih lebih banyak ditemukan pada kelompok obesitas dibandingkan kelompok non-obesitas.

Rerata asupan energi remaja obesitas diperoleh dari jenis. Hasil penelitian Bohari () menunjukkan bahwa pada 22 tahun yang akan datang ( – ) diestimasikan jumlah kejadian DM pada penduduk usia 45 tahun di Sulawesi Selatan meningkat sebesar 10,2x lipat dari orang (5,47) pada tahun meningkat menjadi orang (14,93%) pada tahun dengan rata-rata peningkatan tiap tahun sebesar x lipat apabila tidak ada kontrol terhadap.

Melihat banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas, maka saat ini kegemukan berat badan bukan hanya menimpa orang-orang dewasa di negara-negara maju, anak yang kelebihan berat badan dua kali lebih banyak dibanding generasi orang tuanya.

Hal seperti ini juga mulai terjadi di negara-negara ASIA (Hadju, ).Author: Skripsikesehatanmasyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Risk factors for obesity in adolescent Weni Kurdanti 1, Isti Suryani 1, Nurul Huda Syamsiatun 1, Listiana Purnaning Siwi 1.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja Background: T he cause of obesity in adolescents is multifactorial. Increased consumption of fast food (fast food), lack of physical activity, genetic factors, the influence of advertising, psychological factors, socioeconomic status, diet, age, and gender are all factors that contribute to changes in energy balance and lead to justgohostelbraga.com: Weni Kurdanti, Isti Suryani, Nurul Huda Syamsiatun, Listiana Purnaning Siwi, Mahardika Marta Adityan.

Skripsi faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada
Rated 4/5 based on 63 review